Legal Consequences of Making and Changing Marriage Agreements Made After Marriage
Abstract
Keywords
Full Text:
PDFReferences
1. Sembiring, R. (2016). Hukum Keluarga Harta-harta Benda dalam Perkawinan [Family Law Property in Marriage]. Depok: Rajagrafindo Persada (in Indonesian).
2. Isnaeni, M. (2016). Hukum Perkawinan Indonesia [Indonesian Marriage Law]. Bandung: Refika Aditama (in Indonesian).
3. Judiasih, S. D. (2015). Harta Benda Perkawinan [Marital Property]. Bandung: Refika Aditama (in Indonesian).
4. Asyatama, F., & Ridwan, F. H. (2021). Analisis Perjanjian Perkawinan menurut Undang-Undang Perkawinan di Indonesia [Analysis of Marriage Agreement according to Marriage Law in Indonesia]. Ajudikasi, 5(2), 109–122. doi: 10.30656/ajudikasi.v5i2.3937 (in Indonesian).
5. Mardani. (2013). Hukum Perikatan Syariah Di Indonesia [Sharia Law in Indonesia]. Jakarta: Sinar Grafika (in Indonesian).
6. Wafa, M. A., Kharlie, A. T., & Arifin, F. (2018). Hukum Perkawinan di Indonesia: Sebuah Kajian dalam Hukum Islam dan Hukum Materil [Marriage Law in Indonesia: A Study in Islamic Law and Material Law]. Tangerang Selatan: YASMI (in Indonesian).
7. Aulia, T. (2017). Kompilasi Hukum Islam (hukum perkawinan, kewarisan dan perwakafan) [Compilation of Islamic Law (marriage, inheritance and trust law)]. Bandung: Nuansa Aulia (in Indonesian).
8. Mertokusumo, S. (2014). Penemuan Hukum Sebuah Pengantar [Legal Discovery An Introduction]. Yogyakarta: Cahaya Atma Pustaka (in Indonesian).
9. Salim, H. S. & dan Erlies Septiana Nurbani (2016). Penerapan Teori Hukum Pada Penelitian Tesis dan Disertasi [Application of Legal Theory to Thesis and Dissertation Research]. Jakarta: Raja Grafindo Persada (in Indonesian).
10. Mukti, F. & Yulianto, A. (2010). Dualisme penelitian hukum: normatif & empiris [Dualism of legal research: normative & empirical]. Yogyakarta: Pustaka Pelajar (in Indonesian).
11. Baihaki, A. & Atmoko, D. (2022) Hukum Perkawinan Dan Keluarga [Marriage and Family Law]. Jakarta: Literasi Nusantara Abadi (in Indonesian).
12. Asman, A. (2021). Marriage and Marriage Agreements in Islam. Depok: Rajawali Press.
13. Ahyani, S. (2018). Implikasi Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 69/PUU/XIII/2015 Terhadap Pasal 29 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan [Implications of the Constitutional Court Decision No 69/PUU/XIII/2015 on Article 29 of Law No 1 Year 1974 concerning Marriage]. Jurnal Wawasan Yuridika, 2 (1), 84. doi: 10.25072/jwy.v2i1.164 (in Indonesian).
14. Tutik, T. (2014). Hukum Perdata Dalam Sistem Hukum Nasional [Civil Law in the National Legal System]. Jakarta: Kencana (in Indonesian).
15. Budiono, H. (2018). Kumpulan Tulisan Hukum Perdata di Bidang Kenotariatan [Collection of Civil Law. Writings in the Field of Kenotariatan] (Vol. 2). Bandung: Citra Aditya Bakti (in Indonesian).
16. Adeline, J. (2013). Status Hukum Perjanjian Perkawinan Berdasarkan Kitab UndangUndang Hukum Perdata dan Undang-Undang Perkawinan (Analisis Kasus Putusan Nomor 69/Pdt.G/2010/PN.Dps) [Legal Status of Marriage Agreement Based on Civil Code and Marriage Law (Case Analysis of Decision Number 69/Pdt.G/2010/PN.Dps)] (Thesis); Universitas Indonesia (in Indonesian).
17. Asnawi, N. M. (2020). Hukum Harta Bersama [Joint Property Law]. Jakarta: Kencana (in Indonesian).
18. Erliana, D. (2020) Perlindungan hukum terhadap investor dalam negeri di bidang perkebunan di wilayah kabupaten langkat menurut undang-undang nomor 25 tahun 2007 tentang penanaman modal [Legal Protection for Domestic Investors in the Plantation Sector in the Langkat Regency Area According to Law No 25 of 2007 concerning Capital Investment, Vol. 2 No 2]. Retrieved from https://repository.pancabudi.ac.id/website/detail/18831/penelitian/perlindungan-hukum-terhadap-investor-dalam-negeri-di-bidang-perkebunan-di-wilayah-kabupaten-langkat-menurut-undangundang-nomor-25-tahun-2007-tentang-penanaman-modal (in Indonesian).
19. Hadjon, Ph. M. (2023). Teori Perlindungan Hukum [Legal Protection Theory]. N. d.: Ray Pratama Siadari (in Indonesian).
20. Adjie, H. (2016). Memahami Kedudukan Hukum: “Perjanjian Perkawinan Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 69/PUU-XIII/2015 tentang Pengujian Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan” [Understanding the Legal Position: "Marriage Agreement after the Constitutional Court Decision No 69/PUU-XIII/2015 on the Examination of Law No 5 of 1960 on Basic Agrarian Regulations and Law No 1 of 1974 on Marriage"] (in Indonesian).
21. Istriyanti, A., & Priambada, E. (2015). Akibat Hukum Perjanjian Perkawinan Yang Dibuat Setelah Perkawinan Berlangsung [Legal Effects of Marital Agreements Made After the Marriage Occurs]. Private Law, 3(2), 84–92 (in Indonesian).
22. Kusuma, C. H. (2018). Kedudukan Hukum Perjanjian Perkawinan Yang Dibuat Setelah Perkawinan Terhadap Pihak Ketiga (Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor. 69/PUUXIII/2015) [The Legal Position of Marriage Agreements Made After Marriage against Third Parties (Post Decision of the Constitutional Court No 69/PUUXIII/2015)]. Jurnal Hukum dan Kenotariatan, 2(1) (in Indonesian).
23. Judiasih, S. D. (2017). Pertaruhan Esensi Itikad Baik dalam Pembuatan Perjanjian Kawin Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 69/PUU-XIII/2015 [The Essence of Good Faith at Stake in Making Marriage Agreements After the Constitutional Court Decision No 69/PUU-XIII/2015]. Journal Notariil, 1(2) (in Indonesian).
Article Metrics
Metrics powered by PLOS ALM
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2023 Diah Andari, Kurniawan, Any Suryani Hamzah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



